Militer Indonesia Terkuat di ASEAN, DPR: Bukti Kerja Keras Menhan

 15 Oktober 2021   

Presiden RI Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto saat Upacara Penetapan Komcad 2021

Indonesia menjadi negara dengan peringkat kekuatan militer teratas di ASEAN dan menempati posisi 16 besar dari 140 negara di seluruh dunia. Hal itu berdasarkan Ranking Kekuatan Militer Dunia 2021 berdasarkan rilis Global Fire Power yang diakses pada Rabu 13 Oktober 2021.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, itu adalah bukti bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto all out bekerja memperkuat pertahanan Indonesia.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto di saat yang sama juga terus melakukan upaya modernisasi alutsista, juga berupaya memperbesar dan memperkuat TNI melalui pembentukan komponen cadangan TNI yang ditetapkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,” kata Dasco, Rabu 13 Oktober 2021 malam, sebagaimana dikutip dari Sindonews.com.

Global Fire Power menyebutkan bahwa kekuatan militer Indonesia memperoleh skor sebesar 0,2684 poin. Dengan nilai tersebut artinya kekuatan militer Indonesia hampir serupa dengan kekuatan militer negara maju.

Sementara negara lain di ASEAN seperti Vietnam menempati urutan kedua terbaik, disusul Thailand pada urutan ketiga, Myanmar di posisi keempat, Singapura di peringkat kelima, Malaysia di posisi keenam, Filipina peringkat ketujuh, kemudian Kamboja dan Laos.

Dasco menambahkan, baru-baru ini Prabowo membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis fregat tipe Arrowhead dari Inggris yang dapat memperkuat Indonesia dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang, termasuk di Laut Natuna Utara.

 

"Fregat adalah jenis kapal perang ringan dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang dilengkapi teknologi militer canggih terkini. Fregat buatan Inggris ini adalah kapal perang ringan tercanggih yang ada sekarang," terangnya. 

Selain itu, Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menetapkan 3.103 orang komponen cadangan (komcad) TNI yang bisa dimobilisasi untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan TNI saat negara dalam keadaan darurat militer atau dalam bencana.

 

"Dengan adanya komcad memungkinkan penghematan anggaran untuk perkuat pertahanan. Kekuatan TNI dapat bertambah secara personel meski tanpa menambah jumlah TNI aktif," tandas Ketua Harian DPP Gerindra ini.

TAGS :