Tinjau RS Satelit dr. Suyoto, Menhan Prabowo: Kemhan Tambah 1.650 Tempat Tidur dan Fasilitas Kesehatan Lainnya

 16 Juli 2021   

Menhan Prabowo Subianto meninjau kesiapan Pusdiklat Jemenhan dan Pusbahasa Badiklat Kemhan u untuk menjadi RS satelit bagi RS dr. Suyoto

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung kesiapan Pusat Pendidikan Pelatihan Manajemen Pertahanan (Pusdiklat Jemenhan) dan Pusbahasa Badiklat Kemhan di Pondok Labu, Jakarta Selatan untuk menjadi rumah sakit satelit bagi Rumah Sakit dr. Suyoto yang selama ini telah melayani pasien Covid-19 (14/07/21).

RS dr. Suyoto yang berada di bawah Pusat Rehabilitasi Kemhan di Bintaro telah menjadi RS rujukan bagi pasien Covid-19 sejak awal pandemi Covid-19, baik pegawai Kemhan, personel TNI dan keluarganya serta masyarakat umum, dengan persentase pasien masyarakat umum sekitar 80 persen.

Namun karena adanya lonjakan jumlah pasien Covid-19, sehingga RS dr. Suyoto membutuhkan penambahan sarana dan prasarana serta tenaga medis agar dapat melakukan penanganan pasien dengan baik.

Gedung Pusdiklat Jemenhan dan Pusdiklat Bahasa yang akan dijadikan RS satelit untuk RS dr. Suyoto memiliki daya tampung sebanyak 172 kamar dengan kapasitas 344 tempat tidur. Sebagai rumah sakit satelit, Kemhan akan menyiapkan pula ruang ICU dan HCU dengan dua ventilator dan akan dilengkapi dengan oksigen generator untuk mendukung kebutuhan oksigen pasien.


Selain itu, Rumah sakit satelit ini juga akan dilengkapi dengan dokter umum hingga spesialis yang dibutuhkan, termasuk diantaranya, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, serta dokter anestesi.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan menyiapkan 1.650 tempat tidur dan kelengakapan alat kesehatan lainnya untuk penambahan fasilitas penanganan Covid-19.

 “Jadi kita berhasil dalam waktu dekat menambah tempat tidur kurang lebih 1.650. Dengan instalasi ICU, IGD, dukungan ventilator, oksigen, dan sebagainya,” ujar Menhan dikutip dari Tweeter resni Kementerian Pertahanan, @Kemhan_RI (14/07/21).

Selain Pusdiklat Jemenhan dan Pusbahasa yang telah disiapkan untuk menjadi RS satelit, juga disiapkan beberapa tempat lainnya yang berada di bawah Kemhan untuk menjadi RS satelit penanganan Covid-19.

“Selain meninjau kesiapan Pusdiklat Bahasa, Menhan menyatakan bahwa saat ini sedang disiapkan fasilitas tambahan di Badiklat Kemhan Salemba, Pusdiklat Bela Negara di Rumpin Bogor serta Mess Stand By Force di IPSC, Sentul.” Dikutip dari Tweeter @Kemhan_RI (14/07/21)

Menhan juga menyampaikan apresiasinya kepada segenap tenaga kesehatan yang selama ini telah bekerja, baik dari tenaga kesehatan organik RS dr. Suyoto maupun komponen pendukung.

“Saya lihat upaya keras staf Kemhan, para dokter, para tenaga kesehatan, para relawan juga banyak dari daerah2 sbg komponen pendukung. Kita ada komponen pendukung kesehatan yg sudah bekerja lebih dari satu tahun di RS Suyoto sebagian kami pindahkan ke sini,” kata Menhan Prabowo, dikutip dari Tweeter @Kemhan_RI (14/07/21)

TAGS :